Kurikulum Prototipe: Guru “NYENTRIK”, Siswa Tertarik!
Charles Darwin menyatakan dalam bukunya the origin of species mengenai Teori Evolusi, “bukan yang terkuat yang menang, bukan yang terbesar yang bertahan, tetapi yang mampu beradaptasi yang akan mampu survive“.
Sejauh ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi telah mencanangkan Kurikulum Paradigma Baru yang diujicoba dengan sebutan Kurikulum Prototipe. Kurikulum Prototipe sudah diterapkan di 2.500 satuan pendidikan yang tergabung dalam program Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan pada tahun 2021. Namun mulai tahun 2022, satuan pendidikan yang tidak termasuk sekolah penggerak pun diberikan opsi untuk dapat menerapkan Kurikulum Prototipe.
Karakteristik Kurikulum Prototipe ini adalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk mendukung pengembangan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila (pengembangan soft skills dan karakter akhlak mulia, gotong royong, kebinekaan, kemandirian, nalar kritis, kreativitas), fokus pada materi esensial dan fleksibilitas guru untuk melakukan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa atau teach at the right level.
Kurikulum Prototipe ini masih kelanjutan dari kurikulum darurat covid 19, sekolah diberikan keleluasaan dan kemerdekaan untuk memberikan proyek-proyek pembelajaran yang relevan dan dekat dengan lingkungan sekolah. Pembelajaran berbasis proyek dianggap penting untuk pengembangan karakter siswa karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman (experiential learning). Kurikulum Prototipe bertujuan untuk memberi ruang yang lebih luas bagi pengembangan karakter dan kompetensi dasar siswa.
Karakteristik Kurikulum Prototipe
Pertama, pengembangan kemampuan non-teknis (soft skills), keterampilan non-teknis adalah perkembangan kemampuan dengan EQ dan berkaitan dengan kemampuan bersosialisasi para siswa. Pada Kurikulum Prototipe, tidak hanya diajarkan pada keterampilan yang berkaitan dengan bidang yang ditekuni siswa saja, tetapi bisa lintas minat. Dalam hal ini guru diminta untuk memberikan sejumlah tugas atau proyek kepada para murid yang sifatnya bisa lintas mata pelajaran, bahkan lintas peminatan. Pada Kurikulum Prototipe, siswa SMA/SMK melaksanakan penilaian proyek. Namun demikian, sekolah tetap diberikan keleluasaan untuk pengembangan program kerja tambahan.
Kedua, berfokus pada materi esensial, Kurikulum Prototipe yang mengedepankan pengembangan karakter dan kompetensi esensial siswa. Pembelajaran yang difokuskan pada materi-materi esensial, maka ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar, seperti literasi dan numerasi. Dengan begitu, para siswa tidak tertinggal dalam kemampuan dasar tersebut. Selain itu, sudah tidak ada lagi jurusan ilmu sosial (IPS), alam (IPA), dan bahasa di jenjang pendidikan SMA. Siswa juga bebas dalam memilih mata pelajaran sesuai dengan yang diminatinya. Pemilihan jurusan IPA dan IPS akan melebur menjadi IPAS berdampak positif pada pendidikan di SMA dimana terdapat persepsi bahwa jurusan tertentu lebih unggul dan lebih menjanjikan di masa depan, padahal hal ini tidak 100% benar. Siswa akan berkembang sesuai dengan minat dan talentanya. Selama ini mata pelajaran peminatan sebagai salah satu alternatif
Ketiga, memberikan fleksibilitas bagi guru, guru dapat mengajar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik, “Fleksibilitas bagi guru, dimaksudkan untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan kearifan lokal”. Selain itu, perencanaan kurikulum bagi sekolah pun dapat diatur dengan cara yang lebih fleksibel. Dalam Kurikulum Prototipe, tujuan belajar ditetapkan perfase, yakni dua hingga tiga tahun, untuk memberi fleksibilitas bagi guru dan sekolah.
Sekretaris Jendral Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo, menyampaikan masukannya terkait Kurikulum Prototipe ini. Ia menilai, selain guru dan sekolah, Kemendikbudristek harus melakukan sosialisasi intensif kepada seluruh dinas pendidikan. Menurut Heru, masih banyak sekolah yang kesulitan mendapatkan informasi kurikulum ini karena sistem informasinya masih terpusat di Kemendikbudristek. Ketika sudah diterapkan, nantinya kurikulum bakal dilakukan evaluasi kembali di tahun 2024.
Harapan yang berdasar pada hal-hal baru dari kurikulum ini untuk dunia pendidikan yang yang lebih baik. Draft tentang Kurikulum Prototipe ini dikeluarkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemdikbudristek tertanggal 20 November 2021. Secara khusus dalam hal muatan kurikulum, ada beberapa hal baru dalam kurikulum ini, yang berbeda dengan kurikulum saat ini, antara lain; mata pelajaran IPA dan IPS akan digabung Menjadi mata pelajaran ilmu pengetahuan alam dan sosial (IPAS). Menurut penulis, paling progresif dalam kurikulum ini adalah menulis esai ilmiah sebagai syarat kelulusan, kemampuan riset dan literasi siswa akan lebih tumbuh.
Kenyataan yang akan dialami apabila Kurikulum Prototipe benar benar dilaksanakan adalah guru yang kurang “NYENTRIK” (Menyenangkan, Tangguh, Responsif, Inspiratif dan Kreatif) tidak akan diperhatikan dan endingnya tidak mendapatkan pilihan dari siswa untuk mengikuti pelajaran yang diampu. Sehingga hal ini, memacu guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, sosial, profesional dan kepribadian. Guru harus mengajar dengan model dan personality yang meNYENangkan, memberikan tauladan yang Tangguh dan Responsif dalam menghadapi tantangan dalam perubahan di era VUCA, mampu menjadi Inspirasi bagi siswanya untuk lebih Kreatif di masa depan. Guru yang nyentrik menjadikan dirinya sebagai tauladan yang nyata kepada siswanya, harapannya siswa akan termotivasi untuk mengikuti mata pelajaran.
Pada intinya penerapan Kurikulum Prototipe untuk mengatasi learning loss, siswa maupun pendidik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mengejar ketertinggalan dalam pembelajaran. Siapkah guru mengimplementasikan Kurikulum Prototipe kepada peserta didiknya?! Mari kita renungkan ini sembari minum kopi dan makan rengginang di dapur umum!.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Wujud Kepedulian Warga Sekolah SMANJEP Terhadap Lingkungan
Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, berbagai sekolah menengah atas (SMA) mulai aktif melibatkan warga sekolah dalam kegiatan penghijauan dan pemeliharaa
Pemanfaatan Limbah Kertas: Langkah Aman untuk Selamatkan Lingkungan
Limbah kertas termasuk salah satu jenis sampah yang paling sering dihasilkan, baik di rumah, kantor, maupun sekolah. Sayangnya, banyak dari limbah ini yang langsung dibuang tanpa melalu
Masa Depan di Tangan Kita: Komunitas Peduli Sampah Jiken Ajak Siswa SMANJEP Memilah Sampah untuk Lingkungan Bersih
JEPON – Bau tak sedap, tumpukan menggunung, dan polusi. Bayangan ini seringkali muncul saat kita berbicara tentang sampah. Namun, tahukah kalian bahwa sampah bukanlah akhir, melai
Membangun Generasi Peduli: Peran Guru dalam Sosialisasi PBLHS
Pagi itu, di kelas XI 8 SMA Negeri 1 Jepon, Bu Marjuni memulai pelajaran dengan senyum. Bukan pelajaran ekonomi atau sejarah, melainkan sebuah obrolan ringan tentang kebiasaan sehari-ha
Kolaborasi Hijau: Praktek Bersama Wujudkan Pupuk Organik Mandiri
JEPON– Sampah organik, seringkali dianggap sebagai masalah, kini bertransformasi menjadi solusi berkelanjutan berkat inisiatif Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kehutanan Blora. Me
Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Pot Tanaman
Masalah sampah plastik menjadi perhatian serius di seluruh dunia, termasuk di lingkungan sekolah. Sampah botol plastik, gelas bekas minuman, dan kantong plastik sering kali ditemukan be
Spirit Isra Miraj, Berbagi di Saat Pandemi (Pembagian Bibit Buah dan Sembako)
isra mir’aj merupakan peristiwa perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan menuju Sidratul Muntaha dalam waktu semalam. Perjalanan Rasululla
Memperkuat Peran Generasi Muda dalam Demokrasi
Dalam rangka menyiapkan peserta didik untuk menjadi pemilih pemula dalam pemilu, maka peserta didik dibekali pengetahuan mengenai pemilu dalam demokrasi. Peserta didik sebagai kalangan
Perpisahan Pengurus OSIS dan ROHISQU SMA Negeri 1 Jepon
Ada pertemuan, pastilah ada perpisahan. Kata-kata yang berat terucap untuk semua pengurus OSIS dan ROHISQU periode 2020/ 2021. Terima kasih atas kerja kerasnya selama 2 tahun ini dalam
Perpisahan DKA Bung Hatta-Cut Meutia SMA Negeri 1 Jepon Tahun 2020/ 2021
Setelah berkecimpung dan bekerja sama dalam beberapa kegiatan selama pandemi, akhirnya waktu jua yang memisahkan kita. Terima kasih adek-adek yang sudah berkontribusi dalam kegiatan pra
