Memperkuat Peran Generasi Muda dalam Demokrasi
Dalam rangka menyiapkan peserta didik untuk menjadi pemilih pemula dalam pemilu, maka peserta didik dibekali pengetahuan mengenai pemilu dalam demokrasi. Peserta didik sebagai kalangan intelektual yang memiliki idealisme dan semangat yang tinggi sekaligus sebagai agen perubahan. “Usia peserta didik merupakan persentase terbesar yang akan memberikan suara dalam pesta demokrasi,” kata Dra. Sumirah. “Oleh karena itu, banyak caleg yang berharap mendulang suara dari kelompok ini.” Oleh karena itu pada diskusi ini peserta didik diajak menjadi pemilih cerdas yang mampu membuat pertimbangan terhadap pilihannya.

Pendidikan politik harus diberikan sejak dini sebagai caracter bulding politism atau pembinaan karakter jiwa nasionalisme, sebagai landasan pengetahuan tentang politik. Hal ini ditegaskan oleh bapak Joko J Prihatmoko, saat Kegiatan Pendidikan Politik Bagi Pemilih Muda tanggal 23 Februari 2022, yang digelar oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di SMAN 1 Jepon. Pentingnya pengetahuan untuk mendewasakan politik, serta bagaimana menanamkan jiwa politik bagi masyarakat terutama para pelajar/pemuda sebagai pemilih muda/pemula sehingga memahami dan menganggap politik itu sebagai sesuatu yang indah dan merubah pemahaman politik dari negatif ke positif, untuk mewujudkan demokrasi yang santun.

Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai sarana sosialisasi peningkatan kesadaran dan partisipasi politik tentang etika politik, mengembangkan budaya politik, serta etika demokratis kepada generasi muda, pelajar, dan pemilih pemula, untuk mewujudkan karakter bangsa yang tangguh dan santun, serta menyiapkan generasi muda menjadi pemilih yang rasional, cerdas dan bertanggung jawab.

Peserta didik sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, selain mendapatkan ilmu dari narasumber yang handal dan kompeten, peserta didik juga diberikan wawasan lebih mengenai demokrasi yang ada diberbagai negara, pengenalan mengenai aplikasi e-vote yang notabene kurang efektif karena rawan kebocoran (hack) dan manipulasi data. Pentingnya edukasi ini akan berdampak pada pemilihan peserta didik untuk memilih pada pemilihan umum, sehingga meminimal golput.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Wujud Kepedulian Warga Sekolah SMANJEP Terhadap Lingkungan
Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, berbagai sekolah menengah atas (SMA) mulai aktif melibatkan warga sekolah dalam kegiatan penghijauan dan pemeliharaa
Pemanfaatan Limbah Kertas: Langkah Aman untuk Selamatkan Lingkungan
Limbah kertas termasuk salah satu jenis sampah yang paling sering dihasilkan, baik di rumah, kantor, maupun sekolah. Sayangnya, banyak dari limbah ini yang langsung dibuang tanpa melalu
Masa Depan di Tangan Kita: Komunitas Peduli Sampah Jiken Ajak Siswa SMANJEP Memilah Sampah untuk Lingkungan Bersih
JEPON – Bau tak sedap, tumpukan menggunung, dan polusi. Bayangan ini seringkali muncul saat kita berbicara tentang sampah. Namun, tahukah kalian bahwa sampah bukanlah akhir, melai
Membangun Generasi Peduli: Peran Guru dalam Sosialisasi PBLHS
Pagi itu, di kelas XI 8 SMA Negeri 1 Jepon, Bu Marjuni memulai pelajaran dengan senyum. Bukan pelajaran ekonomi atau sejarah, melainkan sebuah obrolan ringan tentang kebiasaan sehari-ha
Kolaborasi Hijau: Praktek Bersama Wujudkan Pupuk Organik Mandiri
JEPON– Sampah organik, seringkali dianggap sebagai masalah, kini bertransformasi menjadi solusi berkelanjutan berkat inisiatif Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kehutanan Blora. Me
Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Pot Tanaman
Masalah sampah plastik menjadi perhatian serius di seluruh dunia, termasuk di lingkungan sekolah. Sampah botol plastik, gelas bekas minuman, dan kantong plastik sering kali ditemukan be
Spirit Isra Miraj, Berbagi di Saat Pandemi (Pembagian Bibit Buah dan Sembako)
isra mir’aj merupakan peristiwa perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan menuju Sidratul Muntaha dalam waktu semalam. Perjalanan Rasululla
Kurikulum Prototipe: Guru “NYENTRIK”, Siswa Tertarik!
Charles Darwin menyatakan dalam bukunya the origin of species mengenai Teori Evolusi, “bukan yang terkuat yang menang, bukan yang terbesar yang bertahan, tetapi yang m
Perpisahan Pengurus OSIS dan ROHISQU SMA Negeri 1 Jepon
Ada pertemuan, pastilah ada perpisahan. Kata-kata yang berat terucap untuk semua pengurus OSIS dan ROHISQU periode 2020/ 2021. Terima kasih atas kerja kerasnya selama 2 tahun ini dalam
Perpisahan DKA Bung Hatta-Cut Meutia SMA Negeri 1 Jepon Tahun 2020/ 2021
Setelah berkecimpung dan bekerja sama dalam beberapa kegiatan selama pandemi, akhirnya waktu jua yang memisahkan kita. Terima kasih adek-adek yang sudah berkontribusi dalam kegiatan pra
